Akhir Cerita di Malam Minggu

Malam itu adalah malam minggu

Kita tenggelam dalam kisah di masa lalu

Dirimu pun ikut kalut dalam sendu

Tentang rasa yang kau fikir itu rindu

Kau bercerita bahwa saat itu kau tengah terluka

Memikirkan dia hingga bahkan kau berduka

Walau kini hatimu tak lagi terbuka

Namun kau tau bahwa dirinya kini hanya angan belaka

Sesaat kau sempat teringat

Tentang sakit yang amat teramat

Sekarang kau tak lagi berhasrat

Dan kau rasa bahwa hidupmu telah cacat tak terawat

Katanya kau sempat ingin menusukan belati

Pada tubuhmu yang kini tak berarti

Penyesalan dan kehilangan semakin membuntuti

Dan kau fikir dia takkan pernah terganti

Semalam itu aku mencoba mendengar

Dari kisah hidupmu yang terlihat tegar

Namun tampa kau sadari aku pun terbakar

Lenyap menjadi abu karna rasa yang terlalu mengakar

Segelas bir itu akan jadi saksi

Tentang masalah yang tak mungkin bisa kuatasi

Kau bilang aku tak mungkin mengerti

Terlebih apa yang ku berikan bukanlah sebuah solusi

Kau berbicara kepada tuhan

Agar selalu memberikan dia kebahagiaan

Kau lakukan itu setiap saat sebagai sebuah pengaduan

Walau pada akhirnya kau tak dapat pengakuan

Tuhan lantas berbicara kepadaku

Tentang doa yang terdiri dari bahasa baku

Lalu sang tuhan lantas memeluku

Dan mengatakan bahwa dalam doa baku itu

Tak ada nama diriku

Katamu untuk nya kau sudah tak ada lagi cinta

Namun yang kau lakukan hanyalah jadi seorang pendusta

Kau sembunyikan rasa hingga tersisa derita

Dalam fikirmu sejuta kata namun yang keluar hanyalah dusta belaka

Selama ini aku buta

Menunggumu membuatku semakin menggila

Aku ingin kau tau bahwa aku pun menderita

Atas cerita yang kau cipta

Kufikir sudah sedakade aku mengenal dirimu

Namun seketika aku tak lagi mengertimu

Kau bilang karna aku tak tau

Dan kau fikir aku tak akan memahamimu

Selama ini aku mencoba melepas

Hingga hatiku mulai hancur dan bablas

Seakan terbang dan terhempas

Mengenang kisah yang tak mungkin terbalas

Tak penting bagiku dengan siapa hatimu berlabuh

Karna padaku kau akan selalu acuh

Tak penting bagiku bagaimana cara kau menjalani hidup

Karna bagiku kau lebih dari sekedar degup

Dan kini aku tak tau kemana aku akan pergi

Membawa kenangan dan kaki ku untuk berlari

Ku yakin jalan kita sudah terbagi

Dan jelas tak ingin lagi ku ulangi

Aku bukan lah apa yang kau minta

Kau dan aku tak direstui tuhan untuk bersama

Sudah tak ada celah lagi untuk berdua

Terlebih kau sudah banyak lupa

Kau buang rasa yang dulu penah ada

Akupun akhinya mengerti bahwa selama ini aku lupa bahagia

Kini mataku nanar dimakan debur ombak

Asa yang lama mengendap kini terkikis rasa muak

Lepaskan kau pergi yaaa

Izinkan aku pergi

Kini kita tak usah lagi bertemu dan bersua.

Aku pamit.

Iklan